Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 November 2012

Melihat Sisa Kejayaan Portugis di Amurang

Melihat Sisa Kejayaan Portugis di Amurang

TERLETAK di Kelurahan Uwuran Satu, Kecamatan Amurang, atau tepatnya berada di sebelah kanan ketika masuk dari  Pasar Amurang, yang merupakan jalan satu-satunya menuju Benteng Portugis ini.

Pada pagar depanya tertulis sebuah tulisan benteng portugis, masuk lebih jauh ke dalam, langsung terlihat sebuah bangunan kokoh berbentuk  huruf D atau setengah bulatan, setinggi tiga meter. Inilah sisa-sisa dari  benteng portugis itu.

Bangunan inti dari benteng yang tersisa ini, hanya berbatas pagar setinggi setengah meter dengan  rumah-rumah warga di sebelah kiri dan selatan. Sementera pada sebelah kanan dibatasi pagar setinggi tiga meter oleh kantor cabang Departeman  Hukum dan HAM Amurang, dan pada bagian depannya terdapat Pasar  Amurang.

Tradisi Kuncikan di Minsel

Hari Natal dan Tahun Baru memang telah lewat, namun di Minahasa Selatan (Minsel), sepanjang Bulan Januari terutama di hari Minggu, tradisi pasiar antar warga masih terus berlangsung, sebab setiap hari Minggu akan ada perayaan kuncikan, dan ini berlangsung hingga hari Minggu terakhir di Bulan Januari.

Peraayan kuncikan ini, sebanarnya menurut warga adalah untuk mengunci tahun 2009 yang telah berlalu, hanya saja dilakukan di Bulan Januari Tahun yang baru, karena di bulan Desember ada perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Kuncikan Tahun ini dilakukan setiap pekan, hingga pekan terakhir di Bulan Januari, artinya sama dengan mengunci tahun 2009 dan masuk di tahun 2010," ujar Memey, warga Kelurahan Buyungon, Kecamatan Amurang.

Menikmati Detik-detik Malam Pergantian Tahun di Amurang

Kumpulan Cerita, saat Ditugasi di Minsel...


Bupati Lambaikan Tangan dari Balik Mobil

Waktu menunjukan tiga puluh menit lagi, menjelang malam pergantian tahun 2009 ke 2010, di depan Jalan Trans Sulawesi yang berada di Kota Amurang, tampak beberapa warga mulai menyiapkan kaleng, dan ada yang menggali tanah, untuk manaruh petasan dari ukuran terkecil, sedang dan boleh dikata ada yang besar.

Di beberapa sudut kota, bunyi ledakan petasan memang sudah terdengar sejak senja mulai datang, dan terus meningkat seiring dengan bertambahnya waktu. Meski belum diikuti dengan bunga-bunga api yang meriah di awang-awang.